Smart dan YM

Januari 22, 2010

Setelah beberapa jam terakhir ini mencoba, akhirnya bisa juga connect dengan Smart. Tampaknya tadi ada sedikit maintenance sehingga saya selalu gagal saat proses autentikasi. Selain itu, sekarang saya sudah bisa login YM lagi dengan Pidgin. Sebagai catatan, beberapa hari terakhir ini saya gak bisa online YM dengan Pidgin (port-nya diblok?), sehingga harus memanfaatkan layanan yang berbasis web, seperti meebo.com.

The Curious Case of Benjamin Button mencuat setelah filmnya dinominasikan untuk banyak kategori dalam Academy Awards ke-81 yang lalu. Film yang dirilis tahun 2008 ini merupakan adaptasi dari sebuah cerita pendek berjudul sama yang ditulis oleh F. Scott Fitzgerald pada tahun 1921.

Sebenarnya saya hanya ingin berbagi sebuah video yang saya peroleh dari TED mengenai penggunaan CGI yang sangat menawan dalam film ini. Meskipun demikian, saya akan menuliskan sedikit keterangan mengenai cerita pendek dan film dari The Curious Case of Benjamin Button.

The Short Story

The Curious Case of Benjamin Button adalah cerita pendek yang ditulis oleh F. Scott Fitzgerald dan diterbitkan untuk pertama kali di majalah Colliers selama tahun 1921. Cerita pendek tersebut diterbitkan dalam sebuah antologi berjudul Tales of the Jazz Age yang sesekali diterbitkan juga dengan judul The Curious Case of Benjamin Button and Other Jazz Age Stories.

The Film

Film The Curious Case of Benjamin Button disutradarai oleh David Fincher dengan penulis skenario Eric Roth dan Robin Swicord, serta dibintangi oleh Brad Pitt and Cate Blanchett. Film ini dirilis di Amerika Serikat pada tanggal 25 Desember 2008.

Film ini dinominasikan untuk 13 kategori dalam Academy Award, termasuk Best Picture, Best Director, Best Actor untuk Brad Pitt, dan Best Supporting Actress untuk Taraji P. Henson. Film ini kemudian meraih tiga Oscar untuk kategori Art Direction, Makeup, dan Visual Effects.

The Technology

Video yang berjudul Ed Ulbrich: How Benjamin Button got his face ini mendokumentasikan presentasi Ed Ulbrich, seorang master efek digital dari Digital Domain, tentang teknologi yang digunakan untuk menghasilkan wajah Brad Pitt dalam usia-usia yang lebih tua secara digital untuk film The Curious Case of Benjamin Button. It’s really cool.

Anda juga dapat melihat dan mengunduh videonya disini.

Dear pembaca yang budiman, rupanya tulisan saya yang satu ini merupakan top post di blog ini. Bahkan, sampai saat ini (Mei 2011) masih banyak yang mengaksesnya dan banyak pula yang meninggalkan komentarnya. Mohon dicatat bahwa tulisan ini dibuat pada November 2008. Oleh karena itu, boleh jadi informasinya tidak lagi valid. Terima kasih.

Sejak tahun 2004 yang lalu, Dinas Pendapatan Daerah (Dipenda) Provinsi Jawa Tengah memberikan layanan informasi pajak kendaraan bermotor via SMS. Untuk menggunakannya, cukup ketik “JATENG <spasi> <nomor polisi kendaraan>”, misalnya “JATENG AD5918EA” atau “jateng ad5918ea” (case-insensitive), dan kirim ke nomor 7070. Setelah itu, tunggu beberapa saat dan Anda akan mendapatkan SMS seperti berikut. (Saya tata sedikit agar mudah dibaca.)

SURAKARTA;
AD5918EA;
SPM/SEPEDA MOTOR;
HONDA/ND125;
2004;
HITAM;
MASA PAJAK:17-04-2009;
PKB: Rp 130.500;
BBN2: Rp 87.000;
JR: Rp 35.000;
(LUNAS);
SKA

Dalam SMS tersebut kita mendapatkan informasi singkat mengenai kendaraan dan hal-hal yang berkaitan dengan pajaknya. Untuk diketahui, PKB adalah Pajak Kendaraan Bermotor, BBN2 adalah Bea Balik Nama, dan JR adalah Jasa Raharja. Layanan ini berguna bagi Anda saat Anda ingin membeli kendaraan bermotor karena sejauh yang saya tahu, pajak kendaraan bermotor merupakan satu hal penting dalam penentuan keputusan transaksi Anda. ^_^

Dalam berita yang dirilis Suara Merdeka pada tanggal 16 Oktober 2004, Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dipenda) Provinsi Jawa Tengah Drs Kusdijanto BW MM mengutarakan bahwa:

”Memang, kami merahasiakan nama pemilik mobil/sepeda motor. Sebab, kami khawatir informasi pemilik mobil itu bisa dimanfaatkan orang-orang yang punya niatan tidak baik. Sungguhpun informasinya hanya singkat, namun bisa memberi gambaran berapa yang harus dibayar wajib pajak atas mobil atau sepeda motor bekas yang akan dibeli, termasuk memastikan bahwa kendaraan bermotor itu bukan barang curian.”

Sebab, jika mobil bekas itu barang curian, maka jawaban yang akan diterima di ponsel itu, misalnya : H338RS, diblokir. Dilaporkan hilang dicuri dst, dst.

Sayangnya, setelah 4 tahun layanan ini berjalan, informasi mengenai kendaraan bermotor yang dicuri belum juga berjalan dengan baik. Buktinya adalah SMS yang saya cantumkan di atas. Data tersebut merupakan data kendaraan bermotor yang telah “dipinjam” orang sejak Juli 2008 yang lalu. (Baca kisah tersebut di sini.) Padahal, hilangnya kendaraan ini telah dilaporkan ke pihak Kepolisian pada hari itu juga. Kalau sampai detik ini data pajak kendaraan masih ditampilkan dengan normal, tampaknya koordinasi Polri dengan Dispenda tidak berjalan dengan baik.

Di kemudian hari, saya harap koordinasi Polri dengan Dispenda dapat berjalan dengan baik. Dengan demikian, setiap pencurian kendaraan bermotor yang dilaporkan ke Kepolisian dapat langsung diketahui oleh Dispenda, sehingga Dispenda dapat segera meng-update informasi kendaraan terkait dalam sistemnya dan memberikan informasi yang benar kepada orang yang membutuhkan.

Untuk wilayah DKI Jakarta, format SMS-nya adalah “METRO <spasi> <nomor polisi kendaraan>”, misalnya “METRO B1234XYZ” atau “metro b1234xyz”, dan dikirim ke nomor 1717.

Tes Koneksi Speedy di Rumah

November 14, 2008

Nih, hasil tes koneksi Speedy di rumah (Solo).. any comment?

Tingginya pembajakan album-album rekaman musik dan peredarannya di internet ternyata tidak mematikan industri permusikan itu sendiri. Sebaliknya, peredaran ‘barang-barang bajakan’ tersebut di internet seharusnya malah bisa dimanfaatkan sebagai media promosi gratis. Coba baca artikel yang dilansir blabbermouth.net berikut.

AC/DC ‘Black Ice’ Downloads Hit 400,000 Prior To Physical-Only Release – Oct. 13, 2008

Duncan Riley of The Inquisitr reports that according to TorrentFreak, a leak of the forthcoming AC/DC album “Black Ice”, due to be released October 20 in physical form only and with no digital sales, has been downloaded 400,000 times from BitTorrent alone.

The downloads from BitTorrent may lead to increased sales of the new album; studies have previously found that downloaders are more likely to buy the official release having sampled an illegal copy than those who have never heard the music previously.

Read the entire report from The Inquisitr.

Coba baca juga cuplikan artikel aslinya yang dilansir The Inquisitr.

The downloads from BitTorrent may lead to increased sales of the new album; studies have previously found that downloaders are more likely to buy the official release having sampled an illegal copy, than those who have never heard the music previously. And yet, the correlation between downloads and physical copies of music is hit and miss: a Canadian study found increased CD sales, another reported by the BBC found the increase went to purchasing digital copies. AC/DC is limiting those buying outcomes by offering a physical copy only, and the downloads actually do demonstrate one thing clearly: listeners want access to AC/DC music digitally.

Hoho.. Ternyata beredarnya bajakan tidak sepenuhnya merugikan sang artis. Seperti yang saya katakan sebelumnya, peredaran barang bajakan ini malah bisa dianggap sebagai media promosi gratis. Saya sendiri seringkali ingin mendengarkan dulu seperti apa isi keseluruhan suatu album. Saya biasanya kemudian mencarinya dulu di internet dan seringkali saya bisa menemukan file-file audio yang bisa saya download. Kalau mantap, saya beli juga album originalnya, kaya’ waktu beli Death Magnetic-nya Metallica kemaren (prog-met abis..!). Tapi kalau biasa aja, ya sayang ma duitnya.. :p

Memanfaatkan kegemaran orang akan barang gratis ini, beberapa artis terkadang malah mendistribusikan karyanya melalui internet melalui apa yang disebut netlabel, seperti Yes No Wave Music yang melansir album The Upstairs (baru naik daun tuh sekarang). Berikut introduction dari netlabel tersebut di webnya.

Yes No Wave Music adalah sebuah netlabel berbasis di Yogyakarta yang dikelola oleh Wok The Rock dan Bagus Jalang. Online label ini memungkinkan band/musisi untuk menampilkan karya mereka ke publik yang labih luas. Ini adalah aksi ‘gift economy’, sebuah eksperimentasi dalam menerapkan model musik gratis kepada pecinta musik di dunia yang kapitalistik ini. Aksi ini bukanlah gagasan menghancurkan industri musik yang sudah mapan ratusan tahun, tetapi lebih pada tawaran alternatif dalam mendistribusikan karya musik secara gratis.

Misi kami adalah mempromosikan hasil karya talenta-talenta muda yang tidak punya banyak kesempatan, mengalami hambatan finansial untuk memproduksi dan mendisitribusikan karya mereka dalam format vinil, CD atau kaset. Tentunya, baik kami juga band/musisi sepakat untuk memproduksi sebuah karya yang didistribusikan secara gratis dalam format MP3 melalui jaringan internet.
Yes No Wave Music tidak membatasi jenis musik apapun.

Yes No Wave Music juga memproduksi merchandise yang hasil penjualannya dialokasikan untuk membiayai kontrak hosting, domain dan update website ini.

So, banyak cara untuk bertahan dari gempuran produk-produk bajakan, apalagi sekarang baru ngetren RBT (ring back tone). Bisa jadi lahan meraup keuntungan tuh.

(5:24:16 PM) Bagus Wibowo: tenang, bajakan juga bikin pamor naik
(5:24:34 PM) Bagus Wibowo: tetep aja sih, seniman seperti penyanyi dkk bisa survive walaupun dibajak
(5:24:51 PM) Bagus Wibowo: cuma, keuntungannya yang berkurang
(5:24:51 PM) Bagus Wibowo: :p
(5:24:51 PM) Bagus Wibowo: wekekekeke
(5:24:55 PM) noegroz1987: :))
(5:25:26 PM) noegroz1987: kan pinter2nya kita menyiasati aj..
(5:25:58 PM) noegroz1987: meski album banyak dibajak, artis musik sekarang kan bisa dapet uang dari RBT..
(5:26:04 PM) noegroz1987: 🙂
(5:27:39 PM) Bagus Wibowo: RBT? apa itu?
(5:27:58 PM) noegroz1987: Ring Back Tone
(5:28:07 PM) noegroz1987: nada sambung
(5:36:41 PM) Bagus Wibowo: owww
(5:36:41 PM) Bagus Wibowo: kayak si didit ya?
(5:36:42 PM) Bagus Wibowo: 😀
(5:36:42 PM) Bagus Wibowo: hwehehehe
(5:37:07 PM) noegroz1987: yup

Catatan, Didit yang dimaksud di sini tu Adityo Pratomo, seorang teman yang berprofesi sebagai musisi. Dapet duit dari RBT dia.. Ya tho, Dit? :mrgreen:

Pengenalan MATLAB

Maret 15, 2008

Semester ini saya dipercaya menjadi salah satu asisten praktikum PSD (Pengolahan Sinyal Digital).. Topik modul pertama dalam praktikum ini adalah pengenalan MATLAB.. Dan ternyata yang butuh lebih mengenal MATLAB tidak hanya praktikan, tetapi juga saya, tidak sebagai asisten tetapi sebagai mahasiswa yang mengerjakan tugas akhir..

Tugas akhir saya memang sangat berkaitan dengan pengolahan sinyal digital dan perangkat lunak yang saya gunakan sampai saat ini adalah MATLAB.. (Saya sebenarnya sudah berusaha mencari dan mencoba alternatif perangkat lunak lain yang legal, seperti Scilab dan Octave, tetapi untuk porting source MATLAB yang ada cukup susah..) Ketika menjadi asisten modul pertama, dalam hati saya berharap tugas akhir saya juga sama mudahnya.. Tetapi ternyata tidak..

Sudah beberapa hari ini saya memodifikasi source MATLAB yang diberikan dosen.. Sangat memusingkan, karena kurangnya komentar-komentar yang disertakan dalam source code-nya.. Semalam saya scripting program untuk melakukan otomasi dari rangkaian proses yang saya butuhkan.. Setelah selesai, saya langsung menjalankannya dan saya tidur (prosesnya cukup lama jadi saya tinggal tidur, lagipula saya sudah sangat mengantuk :P)..

Pagi-pagi saya bangun, prosesnya masih berjalan.. Dengan mata yang masih berat saya mengecek bagian debugging yang sengaja saya buat.. Dan mata saya langsung melek ketika tahu, proses mengalami infinite loop di nilai variabel 1.. Setelah cek sana-sini, ternyata saya salah dalam penggunaan syntax for dan while.. Saya jadi ingat bahwa sebelumnya saya tidak melihat help untuk mengetahui aturan penggunaan syntax tersebut..

Pelajaran hari ini:

  1. Saya belum terlalu mengenal MATLAB, dibuktikan dengan aturan penggunaan syntax yang tidak saya ketahui
  2. Read The F*cking Manual (RTFM)

Kemaren abis install Slackware 12.0 di laptop kesayangan.. Gak seperti yang saya bayangkan sebelumnya, ternyata proses instalasi distro versi ini cukup mudah dan cepat.. Padahal sebelumnya yang ada di kepala saya, proses instalasi bakal berjalan alot karena distro ini terkenal sebagai Linux-nya geek.. Bahkan sebelum saya memulai proses instalasi, saya ngeprint beberapa halaman tutorial instalasinya.. Tapi, setelah mulai dan mengalami sendiri proses instalasinya, hasil saya ngeprint tidak saya sentuh sama sekali..

Dalam proses instalasi, saya juga menginstall desktop environment, yaitu KDE 3.5 dan XFCE. Meskipun demikian, setelah proses instalasi dan konfigurasi selesai, saya ingin dan tertantang menginstall KDE 4.0 yang notabene baru beberapa waktu dirilis.. Saya kemudian mencari beberapa sumber informasi, terutama tutorial instalasinya.. Setelah itu, saya mulai download paket-paket yang dibutuhkan.. Tetapi, saya terbentur ketika akan mendownload paket kdesupport karena proses download harus dilakukan dengan svn (subversion).. Entah kenapa, ketika saya melakukan svn siang hari ini selalu mengalami kegagalan.. Saya curiga aksesnya diblok oleh Penjaga Cumi, tetapi ketika saya bertanya pada salah seorang Penjaga Cumi, port untuk svn tidak diblok.. Oleh karena itu, saya tidak berhasil mendapatkan paket tersebut, padahal paket tersebut adalah 1 dari 4 paket utama KDE, selain kdelibs, kdepimlibs, dan kdebase.. So, KDE 4.0 gagal diinstall dan saya sekarang masih menggunakan KDE 3.5 di Slackware 12.0 saya..