Bajakan, Bikin Artis Musik Merugi Kah?

Oktober 14, 2008

Tingginya pembajakan album-album rekaman musik dan peredarannya di internet ternyata tidak mematikan industri permusikan itu sendiri. Sebaliknya, peredaran ‘barang-barang bajakan’ tersebut di internet seharusnya malah bisa dimanfaatkan sebagai media promosi gratis. Coba baca artikel yang dilansir blabbermouth.net berikut.

AC/DC ‘Black Ice’ Downloads Hit 400,000 Prior To Physical-Only Release – Oct. 13, 2008

Duncan Riley of The Inquisitr reports that according to TorrentFreak, a leak of the forthcoming AC/DC album “Black Ice”, due to be released October 20 in physical form only and with no digital sales, has been downloaded 400,000 times from BitTorrent alone.

The downloads from BitTorrent may lead to increased sales of the new album; studies have previously found that downloaders are more likely to buy the official release having sampled an illegal copy than those who have never heard the music previously.

Read the entire report from The Inquisitr.

Coba baca juga cuplikan artikel aslinya yang dilansir The Inquisitr.

The downloads from BitTorrent may lead to increased sales of the new album; studies have previously found that downloaders are more likely to buy the official release having sampled an illegal copy, than those who have never heard the music previously. And yet, the correlation between downloads and physical copies of music is hit and miss: a Canadian study found increased CD sales, another reported by the BBC found the increase went to purchasing digital copies. AC/DC is limiting those buying outcomes by offering a physical copy only, and the downloads actually do demonstrate one thing clearly: listeners want access to AC/DC music digitally.

Hoho.. Ternyata beredarnya bajakan tidak sepenuhnya merugikan sang artis. Seperti yang saya katakan sebelumnya, peredaran barang bajakan ini malah bisa dianggap sebagai media promosi gratis. Saya sendiri seringkali ingin mendengarkan dulu seperti apa isi keseluruhan suatu album. Saya biasanya kemudian mencarinya dulu di internet dan seringkali saya bisa menemukan file-file audio yang bisa saya download. Kalau mantap, saya beli juga album originalnya, kaya’ waktu beli Death Magnetic-nya Metallica kemaren (prog-met abis..!). Tapi kalau biasa aja, ya sayang ma duitnya.. :p

Memanfaatkan kegemaran orang akan barang gratis ini, beberapa artis terkadang malah mendistribusikan karyanya melalui internet melalui apa yang disebut netlabel, seperti Yes No Wave Music yang melansir album The Upstairs (baru naik daun tuh sekarang). Berikut introduction dari netlabel tersebut di webnya.

Yes No Wave Music adalah sebuah netlabel berbasis di Yogyakarta yang dikelola oleh Wok The Rock dan Bagus Jalang. Online label ini memungkinkan band/musisi untuk menampilkan karya mereka ke publik yang labih luas. Ini adalah aksi ‘gift economy’, sebuah eksperimentasi dalam menerapkan model musik gratis kepada pecinta musik di dunia yang kapitalistik ini. Aksi ini bukanlah gagasan menghancurkan industri musik yang sudah mapan ratusan tahun, tetapi lebih pada tawaran alternatif dalam mendistribusikan karya musik secara gratis.

Misi kami adalah mempromosikan hasil karya talenta-talenta muda yang tidak punya banyak kesempatan, mengalami hambatan finansial untuk memproduksi dan mendisitribusikan karya mereka dalam format vinil, CD atau kaset. Tentunya, baik kami juga band/musisi sepakat untuk memproduksi sebuah karya yang didistribusikan secara gratis dalam format MP3 melalui jaringan internet.
Yes No Wave Music tidak membatasi jenis musik apapun.

Yes No Wave Music juga memproduksi merchandise yang hasil penjualannya dialokasikan untuk membiayai kontrak hosting, domain dan update website ini.

So, banyak cara untuk bertahan dari gempuran produk-produk bajakan, apalagi sekarang baru ngetren RBT (ring back tone). Bisa jadi lahan meraup keuntungan tuh.

(5:24:16 PM) Bagus Wibowo: tenang, bajakan juga bikin pamor naik
(5:24:34 PM) Bagus Wibowo: tetep aja sih, seniman seperti penyanyi dkk bisa survive walaupun dibajak
(5:24:51 PM) Bagus Wibowo: cuma, keuntungannya yang berkurang
(5:24:51 PM) Bagus Wibowo: :p
(5:24:51 PM) Bagus Wibowo: wekekekeke
(5:24:55 PM) noegroz1987: :))
(5:25:26 PM) noegroz1987: kan pinter2nya kita menyiasati aj..
(5:25:58 PM) noegroz1987: meski album banyak dibajak, artis musik sekarang kan bisa dapet uang dari RBT..
(5:26:04 PM) noegroz1987:🙂
(5:27:39 PM) Bagus Wibowo: RBT? apa itu?
(5:27:58 PM) noegroz1987: Ring Back Tone
(5:28:07 PM) noegroz1987: nada sambung
(5:36:41 PM) Bagus Wibowo: owww
(5:36:41 PM) Bagus Wibowo: kayak si didit ya?
(5:36:42 PM) Bagus Wibowo:😀
(5:36:42 PM) Bagus Wibowo: hwehehehe
(5:37:07 PM) noegroz1987: yup

Catatan, Didit yang dimaksud di sini tu Adityo Pratomo, seorang teman yang berprofesi sebagai musisi. Dapet duit dari RBT dia.. Ya tho, Dit?:mrgreen:

4 Responses to “Bajakan, Bikin Artis Musik Merugi Kah?”

  1. Harry Liem Says:

    AC/DC ‘Black Ice’ Downloads Hit 400,000 Prior To Physical-Only Release – Oct. 13, 2008

    Duncan Riley of The Inquisitr reports that according to TorrentFreak, a leak of the forthcoming AC/DC album “Black Ice”, due to be released October 20 in physical form only and with no digital sales, has been downloaded 400,000 times from BitTorrent alone.

    The downloads from BitTorrent may lead to increased sales of the new album; studies have previously found that downloaders are more likely to buy the official release having sampled an illegal copy than those who have never heard the music previously.

    Read the entire report from The Inquisitr.

    Coba aja, kalo masyarakat kita kaya diluar, mungkin kaga jadi masalah.. Tapi banyakan dari kita kan, dapet bajakan-nya, mungkin ga bakalan beli CD-nya karena alasan dah punya… kecuali orang tersebut kritis.. Pengen kualitas suara yang lebih.. (Mengingat kualitas mp3, dan format Lossless lainnya gak bakalan ngejar kualitas CD)

    Gw setuju kalo bajakan bisa dianggap sebagai lahan uji coba. Setidaknya itu berlaku juga buat gua. Kalo gua tertarik, gw pasti bakalan beli CD Ori-nya.

  2. arie Says:

    @Harry Liem
    Betul, Mas Harry.. Waktu Metallica ngeluarin album Death Magnetic kemaren, di luar negeri rame ngributin masalah clipping di recording-nya, tapi di Indonesia kaya’nya adem-adem aja (baca: dikit yang ngributin).. Lha wong di sini lebih banyak yang dengerin .mp3-nya, yang pasti kualitasnya di bawahnya lagi..

    Heran juga, qo DM bisa ke-clip gitu..

  3. baguspewe Says:

    wah, kok ada percakapan dengan saya di sini?😛


  4. ahhh sing merugi wennn😀


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: