Sendratari Mahakarya Borobudur

Agustus 5, 2008

Sabtu, 2 Agustus 2008, yang lalu, saya, bersama papa dan mama, menghadiri sebuah pertunjukan bertajuk Sendratari Mahakarya Borobudur di Panggung Aksobya, yang terletak di lingkungan objek wisata Candi Borobudur. Pertunjukan yang didukung oleh ratusan penari dari ISI Surakarta dan komunitas-komunitas seni Magelang ini merupakan puncak kegiatan dari Festival Borobudur yang telah dilaksanakan sejak seminggu sebelumnya. Festival Borobudur ini sendiri merupakan festival kebudayaan yang dilaksanakan setiap tahun dengan dukungan penuh dari komunitas-komunitas seni yang ada di wilayah Magelang. Selain itu, festival ini mendukung program Visit Indonesia 2008.

Sendratari ini mengisahkan proses pembangunan Candi Borobudur. Kisah dimulai dengan menceritakan kehadiran Rakai Panangkaran, seorang tokoh spiritual, untuk mengajarkan jalan kehidupan yang baik. Ajaran tersebut dapat direpresentasikan dalam bangunan batu berundak (candi) yang berisi ajaran hidup Kamadhatu, Rupadhatu, dan Arupadhatu. Raja Samaratungga, dengan dukungan seluruh rakyat, kemudian mewujudkan bangunan batu berundak tersebut, yang kemudian dikenal sebagai Candi Borobudur.

Yang cukup menarik bagi saya adalah penggunaan hewan ternak hidup dalam menggambarkan kehidupan masyarakat waktu itu. Lucunya, ada beberapa kambing yang ngambek di tengah arena pertunjukan, sampai-sampai orang yang menariknya (baca: gembalanya) kebingungan menariknya ke luar arena pertunjukan. Selain itu, ada gembala bebek betulan yang dilibatkan. Sang bapak gembala bebek yang sudah cukup berumur ini hanya mengenakan celana pendek dengan sarung terselempang di pundaknya. Sambil merokok beliau mengendalikan bebek-bebeknya yang kadang-kadang berusaha lari ke arah penonton. Ulah hewan-hewan ini juga sering memancing gelak tawa penonton yang sebagian besar merupakan turis mancanegara. Sayangnya, saya tidak berhasil mengabadikan momen-momen ini dengan baik.

Setting pencahayaan terhadap Candi Borobudur yang terletak di bagian belakang panggung menambah keindahan dari sendratari yang ditampilkan.

Sayangnya, dari informasi yang saya dapat, pertunjukan ini tidak mendapat dukungan dari Dinas Pariwisata, dalam arti pihak dinas tidak terlibat langsung dalam kegiatan ini. Padahal, pertunjukan ini sangat jelas mendukung program Visit Indonesia 2008 yang dicanangakan oleh pemerintah dan sejauh pengamatan saya, banyak sekali turis mancanegara yang menghadiri pertunjukan ini. Mereka sangat excited dengan pertunjukan budaya seperti ini. Bahkan, di akhir pertunjukan, mereka berebut untuk berfoto bersama para penari.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: