Hangat-Hangat Tahi Ayam Motor Hilang

Agustus 1, 2008

Buat civitas ITB yang bawa motor dan parkir di tempat parkir utara, barat, dan timur, apakah menyadari sesuatu yang berubah dari petugas-petugas parkir akhir-akhir ini, khususnya 4 hari terakhir ini? Trus kenapa berubah?

Beberapa hari terakhir, kalau Anda masuk halaman parkir mana pun di ITB Anda tetap mendapatkan karcis parkir seperti biasa, hanya saja Anda tidak lagi mendapati nomor plat Anda tertera di lembar itu. Selain itu, ketika akan keluar dari halaman parkir Anda harus menunjukkan STNK Anda, tanpa perlu menyerahkan karcis parkir yang Anda peroleh ketika Anda masuk. Adakah yang tahu kenapa menjadi seperti ini? Dugaan saya, Koperasi Pegawai ITB sebagai pengelola halaman parkir mendapat ‘tekanan’ dari pihak Polri karena (seringnya) terjadi kehilangan kendaraan bermotor. Dan yang terbaru, terjadi hari Senin lalu.

Senin, 28 Juli 2008, sebuah panggilan masuk ke ponsel saya dan sebuah kalimat meluncur ke telinga saya, “Kakak, motorku gak ada..” Otak saya masih cukup tenang untuk menenangkan sang penelpon dan menyarankan untuk kembali mencari. Tetapi, setelah panggilan masuk ke ponsel saya untuk kedua kalinya, saya hanya bisa berempati dan langsung meluncur ke TKP, yaitu PARKIR TIMUR ITB. Saya pun harus menerima fakta bahwa sebuah kendaraan roda dua dengan merk Honda tipe Kirana 125 dan nomor plat AD 5918 EA telah lenyap dari halaman parkir itu. Saya sempat sedikit bersitegang dengan beberapa petugas parkir, terutama tentang bagaimana bisa motor keluar dari halaman parkir padahal karcis parkir (yang bertuliskan nomor plat motor) dan STNK di tangan sang empunya motor. Saya mengakui mungkin ada kelalaian pada pihak pemilik motor karena dia tidak ingat keberadaan kunci motornya, tetapi saya juga tidak bisa menolerir kelalaian petugas ini. Sistem yang biasa berjalan sebenarnya sudah cukup baik, dimana ketika kendaraan masuk halaman parkir pengendara mendapat karcis parkir yang memuat nomor plat, tanggal, dan lokasi halaman parkir (utara, timur, atau barat). Sedangkan, ketika kendaraan keluar, pengendara harus menyerahkan karcis parkir yang benar (baik nomor plat, tanggal, dan lokasi halaman parkirnya). Jika pengendara tidak dapat menunjukkan karcis parkir ini, pengendara harus menunjukkan STNK kendaraannya. Kelalaian petugas parkir pada hari Senin lalu telah mencederai sistem ini. Bagaimana bisa kendaraan keluar dari halaman parkir tanpa menunjukkan karcis parkir atau pun STNK..?

Akhirnya, yang diperoleh hanya lah surat kehilangan dari Satpam ITB, surat bukti lapor dari Kepolisian, dan pengetatan keamanan halaman parkir yang mungkin hanya akan bertahan selama beberapa hari ke depan. Hangat-hangat tahi ayam, tepat setelah terjadi kehilangan, keamanan langsung diperketat. Tetapi setelah tahinya dingin, tidak ada kehilangan selama beberapa waktu, pengamanan kemudian mengendur. Ketika terjadi lagi, pengamanan diperketat lagi, dan begitu lah siklus itu berlangsung.

Saya jadi ingat dengan pesan Bang Napi. Saya tidak ingat persis redaksi kalimatnya seperti apa, tetapi makna yang tersirat adalah “Kejahatan tidak terjadi karena adanya niat pelaku, tetapi juga karena adanya kesempatan.” Tidak lupa, saya cantumkan pesannya yang sangat penting, “Waspadalah! Waspadalah!”

6 Responses to “Hangat-Hangat Tahi Ayam Motor Hilang”

  1. baguspewe Says:

    Turut berduka atas kejadian ini..
    Anyway, untuk mengurangi kemungkinan kejadian tersebut berulang, pengamanan bisa dilakukan juga dari diri kita sendiri (pake kunci double, triple, quad, …)

  2. ridwan Says:

    wew, hidup itu keras.

  3. bajaklaut Says:

    hoo, setuju ri. pokoknya klo di gerbang diminta stnk, berarti dalam jangka waktu 2minggu kemarin pasti ada yang kehilangan. dan 2 minggu kemudian gak bakalan deh diperiksa lagi ^_^.
    makanya ri, pake id card itb donk ^_^


  4. […] bermotor yang telah “dipinjam” orang sejak Juli 2008 yang lalu. (Baca kisah tersebut di sini.) Padahal, hilangnya kendaraan ini telah dilaporkan ke pihak Kepolisian pada hari itu juga. Kalau […]


  5. […] kendaraan bermotor yang telah “dipinjam” orang sejak Juli 2008 yang lalu. (Baca kisah tersebut di sini.) Padahal, hilangnya kendaraan ini telah dilaporkan ke pihak Kepolisian pada hari itu juga. Kalau […]


  6. […] kendaraan bermotor yang telah “dipinjam” orang sejak Juli 2008 yang lalu. (Baca kisah tersebut di sini.) Padahal, hilangnya kendaraan ini telah dilaporkan ke pihak Kepolisian pada hari itu juga. Kalau […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: