Pembantaian

Juni 27, 2008

Ups.. Mikirnya jangan kejauhan.. Saya masih pengen ngomongin tentang Sidang Tugas Akhir (STA) yang kemaren sudah saya tempuh.. Entah mengapa, istilah ‘pembantaian’ cukup familiar dengan STA.. Dan, setelah STA saya juga sempat ‘diwawancara’ oleh adik angkatan dan muncul pertanyaan “Dibantai gak, mas?”.. Saya sendiri lupa redaksinya gimana, tapi inti dari pertanyaan gak jauh-jauh dari itu..

ban·tai n daging (binatang yg disembelih);
mem·ban·tai v 1 menyembelih; memotong: ia – seekor lembu untuk selamatan tujuh hari ayahnya; 2 merusakkan: air bah telah – habis padi yg sedang menguning di sawah; 3 memukuli kuat-kuat: ia telah – kepala pencuri itu dng tongkat ruyungnya; 4 ki membunuh secara kejam dng korban lebih dr seorang: para gerilyawan – semua laki-laki di desa itu;
ban·tai·an n 1 landasan untuk menyembelih; 2 binatang untuk disembelih; binatang sembelihan: sapi -; kerbau -;
pem·ban·tai n 1 orang yg pekerjaannya membantai atau menyembelih binatang; tukang bantai; 2 ki pembunuh;
pem·ban·tai·an n 1 proses, cara, perbuatan membantai; penyembelihan; pemotongan; 2 tempat menyembelih (sapi, kerbau, dsb); pejagalan; 3 ki pembunuhan secara kejam dng korban lebih dr seorang

Dari definisi kata ‘bantai’ yang saya ambil dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) di atas, tidak ada satu pun pernyataan yang menghubungkan kata ini dengan STA, atau di universitas lain akrab dengan sebutan pendadaran. Mungkin dapat diambil makna kiasannya, yaitu ‘pembunuhan secara kejam dng korban lebih dr seorang’. (Untungnya) di sebuah STA tidak ada yang dibunuh, ya maksimal ‘dibunuh’ (lagi-lagi perlu cari makna kiasannya).. Tapi, ada yang gak sesuai pada poin lebih dari seseorang.. Kalau STA kan yang disidang (yang ‘dibunuh’) cuma seorang. Hahaha.. Kaya’nya penjelasan ini gak penting banget..😛

Kalau boleh saya berbagi cerita, momen dimana saya merasa paling tegang karena merasa tersudut adalah ketika menghadapi argumen dari Dr. Ing. Suhardi.. Komentar beliau yang mempertanyakan metode ekstraksi data saya dan argumen beliau mengenai metode ekstraksi data lain yang lebih baik sempat membuat saya berpikir ‘Wah, kebantai nih’.. Pada akhirnya, saya hanya dapat menyepakati argumen beliau karena secara logis metode-metode lain yang beliau sebutkan mungkin lebih baik.

Setelah STA berakhir pun, saya masih sempat terbayang momen-momen tersebut.. Akan tetapi, setelah saya renungkan kembali, pertanyaan-pertanyaan yang sangat kritis dari para penguji lah yang akan membuat Tugas Akhir (TA) saya lebih sempurna. Dari STA tersebut, saya kemudian dapat menambahkan beberapa poin yang mungkin bermanfaat bagi orang-orang yang tertarik dengan apa yang telah saya kerjakan dan mungkin ingin melanjutkan penelitian yang telah saya lakukan.

Sekedar positive thinking saja.. Di satu sisi, pertanyaan-pertanyaan kritis dari para penguji terkadang memberi perasaan tertekan, tersudut, atau pun terintimidasi bagi peserta sidang. Akan tetapi di sisi lain, pertanyaan-pertanyaan ini lah yang pada akhirnya bermanfaat kepada lebih banyak orang melalui perkembangan ilmu dan teknologi yang nantinya mengikuti pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Saya sendiri sih juga berharap TA yang saya kerjakan selama 1 tahun ke belakang ini bermanfaat, setidaknya bagi orang-orang yang membacanya.. Di antaranya, pembimbing saya dan para penguji saya..:mrgreen:

Oiya, mungkin ada yang mau nambahin definisi kata pembantaian (yang berhubungan ma STA) di KBBI?😛

One Response to “Pembantaian”

  1. baguspewe Says:

    Terkadang, untuk mendapatkan sesuatu yang lebih, perlu ada ketidaknyamanan.🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: