Pakarnya Aja Gak Berani Datang..

Juni 8, 2008

Weekend kemarin, selama beberapa hari saya pulang ke Solo. Kebetulan pada tanggal 31 Mei 2008, diadakan Workshop Internasional bertajuk “Safeguarding for Intangible Cultural Heritage Among Indonesia, Malaysia, and Singapore”. Workshop ini didukung oleh Sekretariat Negara Republik Indonesia, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Pemprov Jawa Tengah, Pemkot Surakarta, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, dan Asosiasi Tradisi Lisan (ATL).

Tapi, saya pikir nama workshopnya harus diubah menjadi “Safeguarding for Intangible Cultural Heritage Among Indonesia, Malaysia, and Singapore”. Lha mau gimana, pakar dari Malaysia gak dateng qo. Parahnya, gak datengnya tanpa pemberitahuan sama sekali. Padahal, zaman udah begitu modern-nya.. Masa telpon aja juga gak bisa sih? Takut ‘dibantai’ kali ya..?

Saya sendiri sih sebenernya gak mau berprasangka buruk, tapi kalo pake gak ngasih pemberitahuan gitu mau gimana lagi. Lagipula, sampai saya balik Bandung lagi (Selasa, 3 Juni) saya juga belum mendengar kabar tentang ketidakhadiran beliau ini.

Pakarnya aja gak berani datang.. Mungkin dia udah tahu kalo negaranya emang yang salah.. Makanya, daripada ntar di-‘bantai’ di negeri orang mending kabur.. Tapi berarti beliau ini pinter, gak maju ke perang yang gak mungkin dia menangkan.. ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: