Agama dan Kekerasan

Juni 4, 2008

Menyikapi insiden yang terjadi di Monas kemarin Minggu, 1 Juni 2008, saya hanya ingin mengutip salah satu kebijaksanaan klasik Jawa (Niti Sastra) beserta tafsirnya oleh Anand Krishna berikut ini.

Agama mengajarkan kerelaan untuk berkorban
demi kebaikan dan keselamatan banyak orang;
Ilmu pengetahuan meneguhkan hati,
supaya tidak terombang-ambing.

Harta benda hendaknya tidak sekadar membahagiakan,
tetapi memuliakan,
sebagaimana seorang anak tidak hanya menyenangkan,
tapi mengharumkan nama orangtua.

Kerelaan untuk berkorban demi kepentingan orang banyak adalah esensi ajaran setiap agama. Sekarang, para pemeluk agama malah rela mengorbankan kepentingan banyak orang demi kepentingan diri.

Agama tidak mengajarkan kekerasan. Agama tidak membenarkan kekerasan. Tiada pula pemaksaan dalam hal beragama.

Lalu, kekerasan dalam diri kita ini berasal dari mana? Dari apa dan siapa? Jangan-jangan selama ini kita belum beragama sama sekali. Jangan-jangan selama ini kita hanya menipu diri, membohongi diri. Jangan-jangan keagaamaan kita baru sekadar wacana, belum menjadi laku.

Pengetahuan meneguhkan hati. Pengetahuan memperkuat jiwa. Tiada orang berpengetahuan yang lemah hatinya, jiwanya.

Lalu, apa yang terjadi dengan kita saat ini? Apa yang melemahkan jiwa serta hati kita? Jangan-jangan kita belum berpengetahuan. Jangan-jangan selama ini kita hanya mengumpulkan data tentang ilmu pengetahuan. Tiada sesuatu yang dijadikan bagian dari hidup ini.

Sebelum melakoni agama dengan benar dan baik, sebelum menerapkan pengetahuan dalam keseharian, harta-benda hanya memberi kesenangan belaka, kesenangan sesaat. Ia tidak membawa kemuliaan dalam hidup, bahkan sering kali membawa bencana. Kita menjadi angkuh, arogan. Agama serta pengetahuan pun digunakan untuk memperkuat ego.

(Ancient Wisdom for Modern Leaders: Niti Sastra, Kebijaksanaan Klasik Bagi Manusia Indonesia Baru oleh Anand Krishna)

Saya di sini hanya menyoroti masalah kekerasan yang mungkin terpaksa dilakukan salah satu pihak terhadap pihak yang lain. Mengenai siapa benar siapa salah, jujur saja saya tidak mempunyai kapabilitas untuk menjawabnya. Tetapi, saya sangat setuju dengan pernyataan-pernyataan Hasyim Muzadi yang dilansir detik.com. Berikut petikannya.

“Kelompok yang berada di Monas (FPI dan Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan/AKKBB) keliru meletakkan konotasi Ahmadiyah ini, sehingga mereka mengatakan bahwa Ahmadiyah ini adalah masalah kebebasan beragama dan berkeyakinan,” kata Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi dalam pernyataan tertulis yang dikirimkan pada detikcom, Selasa (3/6/2008).

Hasyim menuturkan, sebenarnya, masalah Ahmadiyah ini bukan masalah kebebasan beragama dan berkeyakinan, tetapi ada masalah penodaan agama tertentu, dalam hal ini adalah Islam.

Menurutnya, kalau Ahmadiyah lahir sebagai agama tersendiri, itu tidak masalah. Tapi kalau dia (Ahmadiyah) mengaku Islam, lalu nabinya ada dua, itu masalah dalam konteks ke-Islam-an, tidak dalam konteks agamanya (Ahmadiyah).

“Saya kira, dalam agama lain pun demikian. Misal, jika ada orang Kristen dan saya orang Islam, tentu ia harus rela, karena hal itu adalah masalah kebebasan beragama. Tapi, jika ada orang Kristen mengaku orang Kristen, tapi salibnya tidak ada Yesus-nya, tapi gambar orang lain, dia tersinggung enggak? Berarti itu adalah penodaan terhadap intern Kristen sendiri,” beber Hasyim.

Jadi, imbuh Hasyim, ini adalah masalah meletakkan Ahmadiyah dalam konteks kebebasan beragama, padahal ini konteksnya adalah pembelokan dari agama tertentu. Lain kalau dia (Ahmadiyah) sebagai agama sendiri, itu malah bebas, dalam konteks konstitusi Indonesia.

“Jadi, hendaknya dibedakan antara kebebasan beragama dan berkeyakinan dengan masalah penodaan terhadap agama tertentu. Lalu, terjadi kekaburan atas dua hal yang saya sebutkan tadi,” ungkapnya.

Hasyim juga menyatakan, pihak yang menyerang telah melakukan kesalahan di mana kekerasan dilakukan tanpa prosedur hukum yang berlaku. Apa pun alasannya, hal itu tidak dapat dibenarkan di dalam negara hukum seperti Indonesia ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: