Shit Happens

Januari 2, 2008

Cover Shit Happens

Shit does happen in their life. But, still, life must go on….
Lula, Sebastian, dan Langit. Tiga orang lajang yang hidup di kota besar bernama Jakarta dengan profesi berbeda. Jurnalis, penulis, dan editor. Love their life much, so damn proud of themselves, boast about their freedom of life as an individual.
’till one question ruins their [un]perfect life.

Lula: I have a good job, I’m pretty, and, believe me, I’n not an airhead Paris-Hilton-like girl. I’m all what men need. Tapi, kenapa nggak ada cincin di jari manis gue?
Sebastian: Mangoli (nikah)… cuma itu yang ada di pikiran Mama akhir-akhir ini. Katanya, menikah itu sumber kebahagiaan. Talk to yourself, Mom. Your marriage isn’t a picture of a happy life. Kenapa sih terus-terusan maksa aku nyari calon parumaen (menantu) dan menikah secepatnya?
Langit: We were a perfect couple. ’till, I found out about his affair. Then, he left me. He chose his latest partner, not me. This is my big question mark, WHY??

So, this is not a story about a perfect life.
They just try HARD to make it perfect.

Novel yang ditulis oleh Christian Simamora dan Windy Ariestanty ini menceritakan persahabatan tiga orang beserta masalah-masalah yang dialami masing-masing tokohnya. Tiga orang yang pada awalnya dipertemukan oleh alasan pekerjaan tersebut memiliki masalahnya masing-masing dalam membina hubungan dengan pasangan. Meskipun banyak kisah yang menjadi ‘bumbu penyedap’, masalah-masalah tersebutlah yang menjadi topik utama novel ini.

Permasalahan masing-masing tokoh dalam novel ini juga sangat menarik. Lula yang mati-matian nyari cowok hanya untuk diajak ke pernikahan mantannya dengan sahabatnya sendiri. Langit yang bimbang dan belum mau menentukan jenis kelamin dia — meskipun secara fisik dia adalah wanita — karena pernah dikhianati mantannya yang ternyata gay. Dan, Sebastian yang tidak dapat menghindari kenyataan bahwa dirinya adalah seorang gay.

Setelah membaca novel ini sampai habis, saya setuju dengan pendapat Raditya Dika tentang novel ini.

‘… Buku ini membuat gue berdecak dari, ehm, kalimat pertama sampai terakhir. Lucu, cerdas, dan membuat berpikir …’

Seperti yang juga diamini oleh Raditya Dika, cara penulisan novel ini cukup cerdas dan mengharuskan pembaca untuk sedikit berpikir karena pada bagian tertentu penulis menggunakan kalimat-kalimat dengan makna implisit. Hal ini bisa jadi disebabkan karena, secara langsung maupun tidak, novel ini membicarakan hal-hal yang tidak jauh dengan permasalahan seks, sehingga penggunaan kata sedapat mungkin tidak vulgar tetapi cerita masih dapat tersampaikan dengan baik.

Melihat ‘bumbu-bumbu penyedap’ dalam ceritanya, ni novel bisa digolongkan novel dewasa.. Tapi, di covernya juga udah ada capnya qo (meskipun diplesetin juga).. ^_^

Warning

Btw, saya paling suka ketika di akhir cerita, Langit mendapat ‘pencerahan’.. ^_^

3 Responses to “Shit Happens”

  1. dheend Says:

    novelnya bagus ga??
    gw mw beli dari dulu belom sempet2,,hehe,,🙂

  2. arie Says:

    @dheend
    tergantung selera..
    kalo menurutku sih biasa aja..
    gak bisa aq bilang bagus..
    gak bisa juga aq bilang jelek..
    ada bagian yang menurutku gak penting..
    tapi, tetep ada nilai-nilai yang aq dapetin dari sini..

    balik lagi, tergantung selera.. ^_^

  3. mocca Says:

    luv it! kocak abis


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: