Preventif Lebih Baik..

Desember 14, 2007

Semua orang pasti sudah tau ramenya polemik kebudayaan yang akhir-akhir ini terjadi antara bangsa Indonesia dan Malaysia.. Dari masalah angklung sampe reog, Malaysia (yang akhir-akhir ini populer disebut Malingsia) tetap membantah bahwa mereka “mencuri” kesenian tersebut dari Indonesia.. Menurut hemat saya sih. mungkin kesenian-kesenian tersebut memang berkembang di Malaysia, tapi fakta bahwa kesenian-kesenian tersebut aslinya dari Indonesia tidak terbantahkan..

Dari kalangan seniman sendiri cukup beragam aksi yang dilakukan.. Berkenaan dengan angklung, Saung Angklung Mang Udjo sampai mengadakan pertunjukan di Malaysia yang dihadiri sejumlah pejabat terasnya.. Dari yang saya baca di harian Kompas beberapa minggu yang lalu, pada pertunjukan tersebut penonton (yang notabene mayoritas orang Malaysia) dibagikan angklung satu per satu.. Seorang instruktur kemudian mengajari mereka untuk memainkan sebuah lagu sampai akhirnya lagu tersebut berhasil dimainkan dengan penuh.. (selengkapnya baca disini)

Saung Angklung Mang Udjo seakan-akan mengingatkan mereka (baca: Malaysia) bahwa kitalah (baca: Indonesia) guru mereka, kitalah yang dulunya mengajari mereka, dan dari kitalah mereka tahu kesenian-kesenian itu..

Selain dari golongan seniman, golongan seniman-akademisi pun juga mulai bergerak.. Dari yang saya baca dari bagian Jawa Barat harian Kompas hari ini, pihak Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung akan menghentikan program “pertukaran budaya” dengan Malaysia.. Program yang masih berjalan saat ini akan berakhir sampai bulan Februari 2008.. Setelah itu, pihak STSI Bandung menyatakan akan menghentikan untuk sementara.. Mereka tidak ingin aksi Malaysia “mencuri” kesenian-kesenian Indonesia semakin menjadi-jadi.. Mereka kemudian akan melakukan inventarisasi kesenian-kesenian daerah yang ada di Jawa Barat dan mencari bukti-bukti sumber keseniannya di masa lalu..

Saya jadi pengen mengusulkan agar inventarisasi juga dilakukan di daerah-daerah yang lain.. Salah satu pihak yang dapat melaksanakannya adalah ISI Surakarta (d/h STSI Surakarta).. Tapi, saya bingung mau menyampaikan aspirasi ini kepada siapa.. Insya Allah, sepulang Mama saya dari ibadah haji saya langsung menyampaikan usulan ini.. Dan semoga dapat segera diteruskan pada pihak yang lebih mempunyai wewenang..

Bersikap preventif lebih baik bukan?!

4 Responses to “Preventif Lebih Baik..”

  1. rizalfkub Says:

    Luar biasa bakalan sulitnya menginventarisasi budaya Indonesia…
    Kalaulah bisa pasti ada yang tidak terikutkan
    Dan itu bisa “dicuri”

    Btw, thats nice idea…

  2. rizalfkub Says:

    oya lupa, salam kenal dari blogger baru🙂

  3. arie Says:

    @rizalfkub
    untuk meminimalisir adanya budaya yang tidak terinventarisasi, inventarisasi dilakukan per daerah..
    jadi, secara kuantitas, budaya yang harus diinventarisasi lebih sedikit..

    salam kenal juga, mas..🙂

  4. rizal Says:

    ok deh, sekarang siapa yang mau mulai???
    silakan hubungi arie…

    btw, aq add kamu nih.
    cek disini


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: