Terlambat lagi, terlambat lagi..

November 2, 2007

Rabu malam, 31 Oktober 2007, saya naik bus Kramat Djati (KD) dari Bandung menuju Solo.. Saat bus sampai di agen KD di Dago, kru bus melaporkan kerusakan pada AC dan meminta bus pengganti.. Informasi dari kru yang kami dapatkan, bus pengganti akan disiapkan di agen KD di Rancaekek.. Oleh karena bus kami juga akan mampir ke Terminal Cicaheum terlebih dahulu, kru mengatakan kami tidak perlu lama menunggu untuk mendapatkan bus pengganti.. Tapi, apa yang kami dapatkan? Dua jam menunggu di Rancaekek.. Betapa melelahkannya.. Apalagi esoknya bus baru sampai Solo sekitar jam setengah 8, terlambat 2,5 jam dari waktu kedatangan biasanya..

Saya jadi teringat perjalanan saya tanggal 25 Juni 2007.. Waktu itu saya naik pesawat Adam Air dari Solo menuju Jakarta.. Entah karena apa, perjalanan kami tertunda lebih dari 1 jam.. Penumpang dipaksa menunggu di ruang tunggu Bandara Adi Sumarmo selama waktu itu.. Betapa membosankannya..

Saya juga jadi teringat perjalanan terakhir saya naik kereta api Lodaya Pagi dari Solo menuju Bandung.. Pada perjalanan tanggal 21 Oktober 2007 itu, terdapat seseorang penumpang dari Jepang yang duduk di belakang saya.. Saya tidak mendengar secara jelas percakapannya, tetapi ketika kedatangan kereta terlambat sekitar 30 menit dan penumpang di sebelahnya menjelaskan bahwa itu sudah biasa, dia berkata “Sudah biasa?”..

Hahaha.. Saya tertawa saja dalam hati ketika mendengar reaksi si orang Jepang ini.. Itu saja baru 30 menit.. Hahaha..

Ya begitulah pihak-pihak penyedia angkutan di Indonesia.. Acuh tak acuh.. Tidak pernah berani berkomitmen untuk melayani konsumen (penumpang) dengan memenuhi jadwal keberangkatan dan kedatangan yang telah mereka tetapkan sendiri.. Keterlambatan telah menjadi hal yang biasa di masyarakat kita.. Yang lebih menjengkelkan adalah tidak ada satu pun permintaan maaf dari penyedia angkutan ke penumpang.. Kurang ajar….

Saya pikir kenapa pihak-pihak penyedia angkutan tidak mengganti jadwal keberangkatan dan kedatangan dengan jadwal yang bisa mereka penuhi.. Dengan begitu kita dapat mengatur waktu secara lebih baik.. Kita jadi tahu seberapa lama waktu yang akan kita habiskan di perjalanan dan bagaimana mengisinya.. Kita juga jadi dapat memanfaatkan waktu yang sebelumnya kita pakai untuk menunggu keberangkatan yang terulur atau pun kedatangan yang tertunda..

Apakah mereka tidak dapat lebih menghargai waktu..? Padahal mereka tahu dan kita pula tahu bahwa waktu begitu terbatas dan detik waktu tidak pernah berhenti berjalan.. Dan detik waktu pula yang akan menjawab apa akibat dari menyia-siakan waktu..

Demi waktu.. Sungguh, manusia berada dalam kerugian.. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.. (QS Al ‘Asr 103:1-3)

3 Responses to “Terlambat lagi, terlambat lagi..”

  1. irvan132 Says:

    pulang aja cepet lo.
    giliran nunggu, kagak sabar.
    wkakaka

    -IT-

  2. scooterboyz Says:

    Ini mah wajar..

    Saia pernah 22 jam terjebak di dalam kereta..

  3. arie Says:

    @irvan132
    bukan sama kita, Bob? :p

    @scooterboyz
    22 jam? mesti numpak argo sengsoro.. hehehe.. :p


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: