Learn to Unlearn..

Oktober 26, 2007

Cukup heran juga waktu dosen saya, Pak Armein, menyarankan agar kita belajar untuk melupakan sesuatu.. Saya yang sebelumnya gak bisa menahan ngantuk, sampe-sampe beberapa kali ketiduran, langsung memasang telinga baik-baik untuk memahami apa maksud si Bapak ini..

Learn to Unlearn..

Saya sebenarnya juga tidak benar-benar memahami kalimat ini.. (Kaya’nya waktu itu masih ngantuk.. :p) Tapi mungkin saya bisa bilang bahwa intinya adalah otak manusia seperti RAM (Random Access Memory).. Suatu saat jika ada informasi baru, informasi ini akan menimpa informasi yang telah ada sebelumnya.. Dan, hilanglah sebagian informasi (pengetahuan) dari ingatan kita tanpa bekas..

Oleh karena itu, kita perlu Learn to Unlearn..

Susah ternyata ngejelasinnya.. :p

Ya udah, saya ceritakan kembali saja contoh yang dikemukakan Pak Armein.. Seorang profesor di Stanford akan mengajarkan pengetahuannya pada mahasiswanya.. Ia kemudian akan menulis tentang pengetahuannya itu pada jurnal ilmiah.. Tidak cukup satu, ia menulis banyak artikel tentang satu topik itu.. Bahkan di kemudian hari, ia menulis sebuah buku dengan topik yang sama.. Setelah itu, ia akan beralih dari topik itu dan mempelajari topik yang lain.. Demikian seterusnya..

Dari yang saya pahami, ‘unlearn’ disini bukan dalam artian benar-benar melupakan, tapi lebih pada mengulang-ulang pengetahuan dalam jangka waktu tertentu sampai kondisi apa yang biasa kita sebut ‘di luar kepala’..  Mungkin contoh yang dekat dengan kita adalah masalah mengikatkan tali sepatu.. Sewaktu kecil kita akan diajari langkah-per-langkah untuk mengikatkannya.. Hari demi hari berlalu.. Di setiap hari itu pula kita mengikatkan tali sepatu.. Sekarang, saat kita mengikatkan tali sepatu, bahkan kita seperti tidak berpikir untuk melakukannya.. Set, set, set.. Tanpa berpikir, jadilah ikatan itu..

Dengan begitu, jika ada informasi dalam ingatan (otak) kita yang tertimpa dengan informasi baru, biarkan saja.. Informasinya kan udah ‘di luar kepala’.. ^_^

8 Responses to “Learn to Unlearn..”

  1. reditya Says:

    konsep yang menarik.. coba2 search di google terms “learn to unlearn” dapet link di bawah ini..

    http://www.fastcompany.com/resources/learning/conner/022706.html

    sisi unlearn yang lain juga berarti memang harus menaruh sesuatu di luar kepala secara sengaja (melupakan)..

  2. irvan132 Says:

    ah, gw ga kuliah kemaren.😦

    -IT-

  3. regsa Says:

    Masih bingung secara itak saya yang ramnya masih 60 MB

  4. arie Says:

    @reditya
    saya aja belum sempat googling tu.. :p

    @irvan132
    rugi kmu, Bob.. rugi.. ^_^

    @regsa
    60 MB? 64 MB aja deh, mas.. hehehe..
    tapi, gak lah..
    masa kapasitas otak manusia cuma segitu doang c..?

  5. benbego Says:

    menarik.. pada sebagian kasus emang perlu dilupakan. diganti terus di laminating deh. jadilah bentuk pemikiran yang baru..!😀

  6. ridwan Says:

    maksute iki me-reflek-kan apa yang sudah dipelajari yo? macem 4×4=16, yang ga perlu “pake mikir” lagi gitu maksute yo?


  7. great!

    halo, Mas Arie!
    saya ga sengaja buka blog ini..ndilalah tulisan terbarunya bagus…hehe

  8. arie Says:

    @benbego
    asik tuh kalo bener2 bisa dilaminating.. hehehe..

    @ridwan
    bisa dibilang gitu..
    tapi, istilah refleks itu kan buat gerakan..
    jadi disebut apa dong..?

    @egadioniputri (panjang bener.. hehehe..) :p
    ndilalah ki opo yo? :p


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: