Double B: Busway – Bemo..

Agustus 3, 2007

Busway dan bemo sudah menjadi alat transportasi yang penting bagi saya.. Bagaimana tidak, kedua kendaraan dari dua zaman yang berbeda tersebutlah yang setiap harinya mengantarkan saya dari tempat kos ke tempat ‘kerja’ (baca: kerja praktek).. Jam tujuh lewat lima belas, saya sudah berdiri di seberang jalan depan kos, menunggu bemo lewat.. Setelah sampe di Pasar Benhil dan berjalan ke shelter busway Benhil, gantian bus TiJe yang saya tunggu..

Sebenernya saya sendiri tidak nyaman kalo naik bemo.. Satu alasan yang pasti adalah badan saya yang relatif tinggi.. Lebar badan bemo tidak memberi ruang kaki yang cukup bagi dua orang yang duduk berhadapan.. Lebih-lebih bagi saya yang punya tungkai kaki relatif panjang.. Salah satu jalan keluarnya, saya memilih duduk di depan.. Meskipun ruang kaki juga tidak bisa dibilang lega, tapi setidaknya saya tidak akan mengganggu orang lain.. Setiap hari, saya pasti mencari kesempatan untuk dapat duduk di depan, di samping sopir.. Bahkan, kalo sore, saya kadang-kadang harus mampir beli gorengan dulu agar bemo yang depan (yang siap berangkat) penuh dulu sehingga saya bisa mengisi tempat duduk bagian depan bemo yang akan berangkat kemudian..

bemo.png

TiJe, sebutan untuk bus TransJakarta, merupakan terobosan luar biasa Pemda Jakarta.. Meskipun belum cukup mampu memecahkan permasalahan transportasi kota Jakarta, TiJe merupakan moda transportasi yang sangat cocok untuk kota metropolitan yang masyarakatnya sangat heterogen ini.. Banyak ekspatriat yang tinggal di ibukota kita ini.. Dan saya melihat, cukup banyak dari mereka yang juga memanfaatkan busway.. Menurut saya, bus TiJe cukup nyaman bagi orang-orang yang berbadan tinggi.. Meskipun tidak mendapat tempat duduk, kita dapat berdiri dengan nyaman.. Atap bus cukup tinggi, sehingga ruang untuk kepala cukup lega.. Dan ini membuat saya tetap santai meskipun bus penuh sesak karena saya tetap bisa bernafas dengan lancar..🙂

busway.png


Saya teringat dengan cerita Baskara (teman saya ini juga punya badan tinggi..) ketika dia naik bus Kopaja.. Sewajarnya waktu-waktu pulang kantor, bus penuh sesak sehingga dia harus berdiri.. Selama perjalanan, dia harus menundukkan kepala karena atapnya terlalu rendah, setidaknya bagi orang-orang seperti saya dan dia.. Akhirnya, dia malah duduk di bawah karena merasa mual.. Dan itu menjadi yang pertama dan terakhir baginya naik Kopaja.. Esok harinya, dia kembali naik TiJe seperti sediakala..🙂

5 Responses to “Double B: Busway – Bemo..”

  1. irvan132 Says:

    weis, keren juga istilahnya. TiJe.😀

    -IT-


  2. Jadi orang jangan tinggi-tinggi, mas Arie😀

  3. arie Says:

    @irvan
    sebenernya c TJ dari TransJakarta, tp kaya’ny enakan disebut TiJe.. :p

    @hamka
    alam yang menentukan nih.. hehehe..😀

  4. Ridwan Says:

    oiya bos, ga semua armada di jalur busway disebut trans jakarta. kalo yang koridor I yang ente naekin itu emang disebut trans jakarta, ada koridor laen yang dinamain trans batavia. awa lupa koridor mana aja.

  5. arie Says:

    @ridwan
    klo Trans Batavia tu kaya’nya nama perusahaan yang mengoperasikan koridor II ma III deh.. PT Trans Batavia itu juga di bawah Badan Pengelola Bus Transjakarta.. kaya’ny sih gitu.. ^_^


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: