Berani Bermimpi

Juli 17, 2007

Taukah Anda, siapakah Andrie Wongso itu? Yup, beliau adalah motivator kenamaan bangsa ini. Bahkan, beliau dinobatkan berbagai kalangan sebagai The Best Motivator di Indonesia. Beliau telah diundang berbagai perusahaan besar di Indonesia untuk mengisi pelatihan motivasi bagi karyawan-karyawannya. Dan, dapat kita lihat sendiri di media-media cetak nasional, sangat sering pelatihan motivasi beliau diadakan.

Baru-baru ini saya membaca buku beliau berjudul “16 Wisdom & Success”. Salah satu cerita yang dituliskan dalam buku tersebut berjudul “Berani Mimpi” (Gan Yu Meng Xiang). Dalam cerita tersebut, dikisahkan seorang anak dicerca orang-orang di sekelilingnya karena mimpi-mimpinya dianggap terlalu tinggi, terlalu muluk, dan tidak mungkin dicapai oleh seorang anak dari golongannya. Bahkan, gurunya sekalipun mencerca impian-impiannya tersebut. Akan tetapi, anak tersebut tidak lantas putus asa dan melupakan impiannya. Di akhir cerita, di kemudian hari, guru tersebut merasa malu ketika mengetahui bahwa impian-impian anak yang dahulu dicercanya bisa diwujudkan oleh anak itu.

Cerita ini cukup menarik karena mengandung nilai yang tidak boleh kita lupakan, yaitu berani bermimpi. Akan tetapi ada cerita yang lebih menarik yang diperankan sendiri oleh Andrie Wongso. Bagaimana tidak, seseorang yang SD saja tidak lulus bisa menjadi seorang motivator kenamaan yang bisa memotivasi orang-orang berpendidikan tinggi sekali pun.

Karena peristiwa Gestapu pada tahun 1965, Andrie Wongso tidak dapat menyelesaikan pendidikan SD-nya. Setelah itu, beliau membantu orang tuanya berjualan makanan. Dan jualan makanan tersebut tidak dapat melepaskan keluarganya dari kemiskinan. Akan tetapi, kemiskinan tidak menumpulkan kemampuannya untuk bermimpi. Beliau bermimpi menjadi bintang film mandarin. Orang-orang di sekitarnya mencerca impian beliau ini. Akan tetapi, beliau tetap berjuang untuk impiannya. Dan akhirnya, berbekal ilmu kungfu yang pernah didalaminya dan kegigihannya beliau sempat merasakan dunia perfilman Taiwan. Mimpi yang menjadi kenyataan.

Yang lebih menarik adalah kesuksesan beliau dengan usaha dagangnya bermerk Harvest. Produk utama Harvest adalah kartu-kartu kecil, semacam kartu ucapan, yang berisi kata-kata mutiara yang ditulis oleh beliau. Saya ingat betul, merk ini pernah bertebaran di toko-toko buku di kota tempat saya tinggal. Cukup mencengangkan ketika kini saya tau bahwa yang menulis kata-kata mutiara tersebut adalah seseorang yang menyebut dirinya sendiri bergelar SDTT TBS (Sekolah Dasar Tidak Tamat Tapi Bisa Sukses). Lebih-lebih, beliau mampu melihat celah bisnis yang dapat dimanfaatkan dengan hobi menulisnya itu. Benar-benar hasil dari keberanian untuk bermimpi.

Bagi saya, mimpi adalah tujuan. Dan, apalah arti hidup tanpa tujuan? ^_^

7 Responses to “Berani Bermimpi”

  1. Fajar Says:

    tujuan saya hanya uang dan surga

    *sifat orang egois*

  2. arie Says:

    klo saya, harta dan tahta, untuk surga.. ^_^

  3. irvan132 Says:

    kalo gw sih pengen hidup yang “lurus-lurus” aja. ga berani ambil risiko. hihihi.

    -IT-

  4. firman Says:

    ah klo gitu tak banyakin tidur ah…. biar banyaj mimpi nya

    wakakakaka!

  5. arie Says:

    mimpi sih mimpi..
    tapi klo molor terus kapan jadi kenyataannya, Man? :p

  6. ryev4 Says:

    Mimpi sih Boleh Tapi Klu Ketinggian Kalau Ga Terwujud Khan Yang Timbul Setres. Ya Khan………..? Biasa2 Sajalah Yang Penting Khan Untuk Motivasi Hidup Saja.

  7. arie Says:

    hmm, iya juga sih..
    tapi klo impiannya aja gak tinggi,,
    klo meleset ya gak tinggi banget..
    klo impiannya tinggi,,
    meleset kan setidaknya udh agak tinggi..

    bingung y? :p

    btw, ukuran tinggi kan relatif banget..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: