Another Wonder of the World

Juli 12, 2007

Membaca tulisan Fajar mengenai hasil kontes kepopuleran situs sejarah yang kemudian mereka sebut New 7 Wonders, saya sangat tertarik dengan dengan masuknya salah satu situs sejarah peradaban Maya, yang berupa piramida di Chichen Itza. Melihat bentuk bangunan ini saya menjadi teringat Candi Sukuh, sebuah situs bersejarah yang sering saya kunjungi sewaktu saya masih SMP sampai awal SMA. Bandingkan kemiripannya. Foto yang di atas adalah foto piramida di Chichen Itza dan yang di bawah adalah foto Candi Sukuh.

chichen.png

sukuh.png

Candi Sukuh dapat ditemui di Desa Sukuh yang terletak di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Kompleks candi terletak di lereng kaki Gunung Lawu pada ketinggian kurang lebih 1.186 meter di atas permukaan laut (sumber: Wikipedia). Konon, candi ini merupakan saksi terakhir kejayaan kerajaan Hindu di Jawa. Struktur kompleks Candi Sukuh sangat unik jika dibandingkan dengan kompleks candi-candi lain yang ada di Indonesia. Kompleks Candi Sukuh terdiri dari beberapa teras yang mengingatkan kita pada struktur punden berundak pada zaman megalitikum (bener gak y?). Oleh karena itu, banyak ahli yang menyebutkan bahwa candi ini merupakan hasil akulturasi agama Hindu dengan kepercayaan terhadap arwah nenek moyang yang telah ada di daerah itu.

Candi ini dianggap cukup kontroversial. Hal ini disebabkan banyaknya simbol-simbol seksualitas yang dapat ditemui di kompleks candi. Simbol-simbol “lingga” dan “yoni” dapat kita temui pada relief atau pun arca yang ada. Dan uniknya, simbol-simbol kesuburan ini tergambar dengan jelas. Tanpa diberitahu oleh siapa-siapa pun kita akan tau melambangkan apa simbol-simbol itu. :p

Yang menarik adalah bentuk dari candi utama. Bentuk candi ini sangat mirip dengan bentuk bangunan-bangunan bersejarah yang ditemukan pada peninggalan-peninggalan kebudayaan Maya dan Inca. Bahkan sampai saat ini saya belum bisa memberikan deduksi yang dapat diterima mengenai kesamaan arsitektur di dua tempat yang terpisah sangat jauh. Anehnya, Candi Sukuh merupakan satu-satunya candi di Indonesia yang memiliki arsitektur seperti ini. Mungkinkah ada bangsa Maya atau Inca yang tersesat sampai Sukuh..? Tapi, bagaimana mereka bisa sampai tempat ini..? Kalaupun itu benar, berapa lama perjalanan yang telah mereka lakukan..? Saking membingungkannya, ada teori yang menyatakan bahwa candi ini dibangun oleh makhluk yang berasal dari luar bumi. Mungkin memang tidak logis, tapi apapun kita tidak bisa membuktikannya bukan? ^_^ Sebuah pikiran terlintas di pikiran saya. Kalo bangunan piramida di Chichen Itza saja dianggap sebagai keajaiban dunia, mengapa Candi Sukuh tidak? Bahkan menurut saya, jika mempertimbangkan lingkungan sekitarnya, Candi Sukuh lebih ajaib.. ^_^

Bagi saya pribadi, situs bersejarah ini mempunyai banyak kenangan. Dulu, orang tua saya punya rumah peristirahatan tidak jauh (tidak lebih dari 100 meter) dari kompleks candi. Karena itu lah, pada masa-masa itu saya sering “ngadem” di sana. Bahkan, ketika liburan, beberapa kali saya bermalam di sana bersama teman-teman dekat saya. Setelah rumah itu dipindahtangankan, saya jadi sangat jarang pergi ke sana. Entah seperti apa kompleks Candi Sukuh sekarang. Semoga saja semakin terawat.

in-front-of-sukuh-temple.png

Sebuah kenangan yang tak terlupakan..

12 Responses to “Another Wonder of the World”

  1. Fajar Says:

    ini mau cerita science

    apa

    narsis

    heheheheeee

  2. Fajar Says:

    memang mirip sih

    lebih tua yang mana ya bangunannya

    berarti kalo yang lebih muda niru2 tuh !!

  3. arie Says:

    narsis dikit boleh lah.. :p

    kalo diliat dari zamannya, Candi Sukuh yang lebih muda karena zaman Kerajaan Majapahit jauh setelah zaman Kebudayaan Maya.. tapi, waktu itu kan belum ada TV, gimana cara nirunya? :p

    klo pun dari pengaruh pedagang, Candi Sukuh terletak jauh dari pesisir.. niat banget mereka ke Sukuh cuma buat bangun candi.. :p

  4. Sezsy Says:

    waaa…jaman dulu juga udah ada plagiat??? :p
    (pdhl blun baca semuanya… hehehe)

  5. irvan132 Says:

    hmm, promosi kita aja kali yang kurang. liat aja, candinya “item” banget. jadi kurang menarik. hihi

    -IT-

  6. arie Says:

    candinya dibangun dari batuan andesit, bob..
    dan setahuku batuan andesit tu emg item kaya gitu..
    jadi wajar klo candinya item banget..

    gak tau deh klo kenapa “item”? emg “item” y? :p

  7. Rade's Says:

    lo semua pade blo’on semua ya….mikirin masalah jauh ato ga tempat asal candi. kan bisa aja mereka saling ketemuan di saat melayari laut , darat ato pante….ato apapun bentuk pertemuannya…mereka kan manusia juga…kalo soal masalah bangunan mirip ato ga…lo pikir aja apa yang gue bilang ini…gedung tingkat tinggi sekitar 25 lantai di singapore, amerika, jerman ato lain2nya..kok bisa ada di indonesia juga yah..!!SAMPE KESANA GA LO SEMUA PADA MIKIR O’ON..!!!!

  8. arie Says:

    @Rade’s
    mas Rade yang cukup berwawasan luas..
    seperti yang saya tuliskan dalam posting saya di atas, tidak dapat dibuktikan bahwa Candi Sukuh mendapat pengaruh dari Chichen Itza.. seperti halnya Anda tidak dapat membuktikan opini yang Anda sampaikan..

    saya sendiri tidak mendalami ilmu yang berkaitan dengan topik ini.. tapi, menurut logika saya, suatu bangunan merupakan cerminan dari budaya masyarakat sekitarnya.. sedangkan, budaya tidak dapat serta merta muncul dan harus melewati suatu proses akulturasi untuk diterima oleh suatu masyarakat..

    dalam kasus Candi Sukuh ini, seperti dinyatakan dalam posting saya di atas, merupakan satu-satunya candi dengan arsitektur seperti ini.. tidak ada candi lain di Indonesia yang menyerupai arsitekturnya dan tidak ada jejak perubahan budaya karena akulturasi.. apalagi jika mempertimbangkan zaman, dimana pada zaman dahulu proses akulturasi budaya tidak sedemikian mudahnya terjadi seperti pada zaman modern ini..

    jadi, saya kurang sependapat dengan opini mas Rade.. terlebih dengan cara penyampaian pendapat mas Rade yang cenderung kasar..

  9. dewRaztie Says:

    buat mas Rade..ya sbaiknya Anda yg mikir…!!
    klo jaman skarang ada gdung yg sama,kan memang karna transportasi itu mudah, komunikasi jg mudah..jadi kmungkinan bangunan sama itu mudah..masalahnya skarang di jaman baheula gtu..klo memang mreka ktemuan, ya orang Inca tu uda pada ga ada pas Candi Sukuh dibangun,,lagian klo mau bangun candi ngapain harus di atas gunung,jauuuh dari pesisir..

  10. faiz Says:

    mas Arie dan mbakdewRasztie … baik banget sih .. ngemong orang sakit kayak Rade’s yang belon2 ngatain bloon eh omongannya sendiri gimana? hiks hiks hiks
    bandingkan kok dg era komunikasi sekarang
    transfer teknologi dan kondisi pendukung yg berbeda jauh
    udah dijelaskan letak yang jauh dll
    ga apple to apple dwech

    Rade’s belajar abcde lagi aja sono

  11. Edi Subkhan Says:

    …kalau dari tafsiran temen2 sekarang sebaliknya, Candi Sukuh justru lebih tua dari Inca, Maya, Aztec, dan Pyramida mesir, dilihat dari umur batu dan tafsiran reliefnya, juga dikuatkan oleh bukunya Prof. Santos bahwa Nusantara dulu adalah pusanya peradaban…

  12. eri nasuhi Says:

    arie Top… Indonesia butuh orang2 kayak anda.. berkarya terus yaa…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: