Ada yang baca pemberitaan tentang Ujian Nasional (UN) di harian Kompas kemaren, Jum’at, 25 April 2008, halaman 15?

Kalo ada yang belum baca, nih saya kasih tahu judulnya : “Kecurangan UN Mulai Terungkap” dan yang cukup menarik adalah subjudulnya : “Densus 88 Tangkap 16 Guru dan Seorang Kepsek”. Heran, Detasemen Khusus (Densus) 88 yang bisa dibilang pasukan counter-terrorist kepolisian kita sampe turun ngurusin UN. Apa polisi biasa aja gak cukup ya..?

Satu hal lagi yang bikin saya gak habis pikir adalah pihak yang ditangkap, yaitu 16 guru dan seorang kepala sekolah di daerah Deli Serdang, Sumatera Utara. Ke-17 guru (kepala sekolah tu guru juga kan?) tersebut tertangkap basah sedang memanipulasi (membenarkan) jawaban UN mata pelajaran Bahasa Inggris para siswanya, dengan alasan mata pelajaran tersebut sulit dan siswa perlu dibantu. Kok ya mereka tega-teganya mengkhianati siswanya..? Apa gunanya mereka belajar kalo pada akhirnya usaha mereka dihapuskan dan digantikan dengan ‘usaha’ guru-guru mereka..

Menurut saya pribadi, penyimpangan-penyimpangan seperti ini harus ditindak dengan tegas. Beri hukuman yang menimbulkan pihak-pihak lain takut untuk berbuat hal yang sama. Kalo tidak demikian, siswa akan nggampangke ujian karena berpikir guru-guru mereka akan membantu ngatrol nilai mereka. Kapan (pendidikan) Indonesia maju kalo seperti ini?

guru, masihkah digugu lan ditiru ?

One Response to “Pasukan Counter-Terrorist Beraksi di Sekolah”

  1. rifer Says:

    tiap hari juga di ITB berkeliaran counter2-terroris
    hahaha gw kirain tentang CS :D


Leave a Reply