Lupa Attachment

Februari 4, 2010

Seringkali saya lupa untuk meng-attach suatu file yang harusnya saya lampirkan dalam email. Akibatnya saya harus kirim email yang sama sekali lagi dan setidaknya meminta maaf atas ketidaknyamanannya.

Gimana ya biar gak lupa? Ada gak sih fitur konfirmasi ketika kita klik tombol Send, misal “Are you sure you want to send this email?” gitu?

Pas istirahat makan siang tadi, saya menyempatkan diri ke BRI Kantor Cabang Bandung Dago dimana saya kemaren buka rekening. Niatnya sih ngambil ATM dan daftar internet banking. Dari pembicaraan saya dengan CS sebelumnya, syarat daftar layanan internet banking hanya minimal saldo, yaitu sebesar 5 juta. Namun, ketika saya tadi mau daftar, CSnya mengatakan bahwa pendaftaran internet banking (di Bandung) hanya dapat dilakukan di Kantor Cabang Asia Afrika dan Naripan. Lho??

Jadi ada 2 pertanyaan timbul di benak saya. Pertanyaan 1, kenapa ada syarat minimal saldo untuk mendaftar layanan internet banking? Saya sudah beberapa tahun terakhir ini menggunakan layanan internet banking Bank Mandiri. Seingat saya, dulu tidak ada syarat minimal saldo seperti ini. Pertanyaan 2, kenapa pendaftaran hanya dapat dilakukan di cabang-cabang tertentu?

Karena istirahat makan siang juga cuma 1 jam, jadi saya belum sempat ke Kantor Cabang Asia Afrika atau pun Naripan. Barangkali esok hari..

BRI Kantor Kas ITB

Januari 25, 2010

Kamis lalu saya buka rekening BRI di Kantor Cabang Dago. Pagi ini tadi saya pengen ‘nyoba’ setor lewat Kantor Kas ITB.

T: “Kok kemaren gak buka di sini aja, mas?”
A: “Bisa tho, mBak?” (mengucapkan “tho” dengan dialek Jawa medhok..)
T: “Ya bisa lah, mas.”
(ketawa bareng)
*dengan bumbu seperlunya.. hehehe..

Sebenernya sih saya tidak buka rekening di Kantor Kas ITB karena sebelumnya saya tidak tahu ada BRI di kampus. Lha wong, kantornya sekarang juga nyempil di belakang kantor satpam. Kantornya kecil banget. Bahkan dibandingkan dengan kamar kost saya, ini lebih kecil. Ada 3 personel yang bekerja di situ. Udah gitu, ada komputer dan mesin-mesin lain (penghitung uang, buat cetak buku, dll). Tapi, menurut teller, kantornya bakal segera pindah di sebelah Toko Buku ITB.

“Biar longgar, mas. Sumpek banget di sini.”

Bagus deh.. Cuma buat pegawai aja udah sumpek. Gimana kalau ada nasabah..?

25 Januari 2010. Hari pertama semester genap tahun ajaran 2009/2010. Harusnya sih hari ini, saya yang udah resmi jadi mahasiswa lagi sejak Jum’at lalu mulai kuliah. Tapi ternyata belum..

Sempat kaget juga waktu siang tadi lihat papan pengumuman sudah ada jadwal kuliah semester ini. Yang bikin kaget ada jadwal kuliah pagi tadi. Saya udah mikir, “walah, udah bolos sekali deh..”

Kebetulan ada kuliah siang juga hari ini. Dengan semangatnya, saya masuk ruang kuliah trus ngobrol ma temen-temen. Lalu, terjadi lah percakapan seperti ini.

A: “Tadi pagi ada kuliah, mas?”
B: “Gak ada tuh”
A: “Wah, untung deh..”
B: (mungkin bingung..)
A: “Sekarang kuliah apa nih, mas?”
B: “Pemrograman C++”
A: “Lho, bukan Sistem Intelijen ya?”
B: “Bukan”
A: “Di jadwal kaya’nya Sistem Intelijen tuh, mas”
B: “Gak qo..”
A: “Ini masih kuliah matrikulasi?”
B: “Iya”
A: “Hoo..” (trus ngluyur keluar)
*dengan bumbu seperlunya.. hehehe..

Saya tanya ke TU, ternyata TUnya juga sempat bingung. Setelah nanya-nanya dosen, disimpulkan minggu ini masih matrikulasi dan kuliah semester genap baru mulai minggu depan.

Ikan Sidat Bakar

Januari 23, 2010

Berawal dari bingung mau makan malam apa, malam ini saya nyobain ikan sidat (torpedo?).

Seperti biasa, pas weekend saya pengen makan sesuatu yang berbeda dibanding hari-hari biasa. Bingung mau makan apa, saya menyempatkan buka-buka rubrik Culinary-nya Detik Bandung. Kebetulan artikel paling baru meliput warung “Kampung Ikan Pangandaran” yang terletak di Jalan Tubagus Ismail no 22, Bandung. Warung ini punya menu spesial yang sangat jarang saya temui, yaitu sidat. Kalau di restoran-restoran yang menyediakan menu makanan Jepang, ikan sidat ini disebut unagi. Berbekal rasa ingin mencoba (dan tentunya cukup uang di kantong), saya mampir ke warung tersebut malam ini.

Saya pesan ikan sidat bakar porsi paling kecil seharga Rp 50.000,00 (barangkali sekitar 2 ons). Ikan sidat dipelihara di akuarium di bagian depan warung, jadi bisa pilih sendiri. Sekitar 45 menit saya harus menunggu masakan disiapkan. Saya sampai di warung ketika babak kedua Persib-Persebaya dimulai dan hidangan baru tersaji saat pertandingan sudah memasuki menit-menit akhir. Tidak menunggu lama, saya langsung mencoba 1 iris ikan sidat bakarnya. Kesan pertama, liat. Abis itu, gurih. Enak lah..! Apalagi proteinnya sangat tinggi, makanya orang Jepang suka makan ikan ini. Sebelumnya saya pikir hidangannya berbentuk fillet seperti masakan Jepang, tapi ternyata di sini masih menyertakan tulangnya.

Sebenernya sih merasa kurang dengan porsi yang saya pesan (mungkin karena saya pesan porsi yang paling kecil), tapi untungnya porsi nasinya cukup. Jadi, saya tetap kenyang sepulang dari warung ini. Payahnya, saya malah lupa ambil foto masakannya.. :(

Smart dan YM

Januari 22, 2010

Setelah beberapa jam terakhir ini mencoba, akhirnya bisa juga connect dengan Smart. Tampaknya tadi ada sedikit maintenance sehingga saya selalu gagal saat proses autentikasi. Selain itu, sekarang saya sudah bisa login YM lagi dengan Pidgin. Sebagai catatan, beberapa hari terakhir ini saya gak bisa online YM dengan Pidgin (port-nya diblok?), sehingga harus memanfaatkan layanan yang berbasis web, seperti meebo.com.

Banyak Orang Nyasar..

Januari 22, 2010

Setelah beberapa waktu tidak menengok dan meng-update blog ini, hari ini akhirnya saya mampir lagi. Liat-liat sebentar, kok perasaan hits-nya nambah ‘banyak’ sejak dulu saya ‘tinggalkan’. Setelah saya cek grafiknya, ternyata tiada hari tanpa pengunjung. (Jadi inget slogan kepala sekolah saya zaman SMA: “Tiada hari tanpa prestasi.”) Cukup mengherankan, masih ada juga yang nyasar ke blog yang notabene gak pernah diisi lagi ini. Hehehe..

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.