Lupus ABG: Suster Ngesooot! (Eh, Ngepooot! ding)
Mei 6, 2008
Buat yang suka ma Lupus karyanya Kang Hilman, nih ada novelnya yang baru.. Di novel yang bertajuk Lupus ABG: Suster Ngepooot! ini, Kang Hilman berduet dengan Kang Boim..

Sebenernya ni berita udah agak ‘basi’ karena ni novel setidaknya udah terbit lebih dari 1 bulan yang lalu.. Di buku saya aja, ada tulisan 4 April ‘08 yang berarti saya beli buku ini pada tanggal itu.. Langsung aja, nih saya kasih sinopsis yang tercantum di sampul belakang buku ini..
Malam itu tiba-tiba badan Lulu panas banget. Karena panasnya nggak kunjung turun, akhirnya Mami minta Lupus membawa Lulu ke dokter.
“Tapi udah hampir jam sebelas malam, mana ada dokter yang buka?” tanya Lupus.
“Ke klinik 24 jam aja!” kata Mami.
Lupus nganter Lulu ke klinik 24 jam pake becak, tapi kliniknya sepi banget.
“Eh, kok saya kayak nyium bau-bau apa, gitu…” Si tukang becak mulai khawatir. “Jadi merinding nih…”
“Nggak usah punya pikiran macem-macem deh, Bang. Barusan saya kentut, tau!” kata Lulu.
Tiba-tiba muncul seorang ibu tua memakai kain lusuh dengan rambut beruban. Selain itu muncul juga seorang suster yang ekspresi wajahnya sangat dingin.
Lupus dan Lulu makin merinding, dan akhirnya kabuuur!
Tapi, apa betul di klinik yang sepi itu ada makhluk halusnya? Terus, apa hubungannya dengan hantu paling populer abad ini: Suster Ngepooot…?
Saya sendiri paling ngakak waktu baca cerita ketiga yang dikasih judul “Papi Takut sama Kucing? Atau Kucing yang Takut sama Papi?”..
Oiya, duet penulis ini juga ngasih sisipan berbagai macam tips di buku ini, dari tips memelihara binatang sampe tips menghindari bullying di sekolah.. Dan yang pasti, tips-tipsnya kocak abis..
Penasaran..? Baca sendiri aja ya.. ![]()
Pasukan Counter-Terrorist Beraksi di Sekolah
April 26, 2008
Ada yang baca pemberitaan tentang Ujian Nasional (UN) di harian Kompas kemaren, Jum’at, 25 April 2008, halaman 15?
Kalo ada yang belum baca, nih saya kasih tahu judulnya : “Kecurangan UN Mulai Terungkap” dan yang cukup menarik adalah subjudulnya : “Densus 88 Tangkap 16 Guru dan Seorang Kepsek”. Heran, Detasemen Khusus (Densus) 88 yang bisa dibilang pasukan counter-terrorist kepolisian kita sampe turun ngurusin UN. Apa polisi biasa aja gak cukup ya..?
Satu hal lagi yang bikin saya gak habis pikir adalah pihak yang ditangkap, yaitu 16 guru dan seorang kepala sekolah di daerah Deli Serdang, Sumatera Utara. Ke-17 guru (kepala sekolah tu guru juga kan?) tersebut tertangkap basah sedang memanipulasi (membenarkan) jawaban UN mata pelajaran Bahasa Inggris para siswanya, dengan alasan mata pelajaran tersebut sulit dan siswa perlu dibantu. Kok ya mereka tega-teganya mengkhianati siswanya..? Apa gunanya mereka belajar kalo pada akhirnya usaha mereka dihapuskan dan digantikan dengan ‘usaha’ guru-guru mereka..
Menurut saya pribadi, penyimpangan-penyimpangan seperti ini harus ditindak dengan tegas. Beri hukuman yang menimbulkan pihak-pihak lain takut untuk berbuat hal yang sama. Kalo tidak demikian, siswa akan nggampangke ujian karena berpikir guru-guru mereka akan membantu ngatrol nilai mereka. Kapan (pendidikan) Indonesia maju kalo seperti ini?
guru, masihkah digugu lan ditiru ?
Computer 2004 Party
April 25, 2008
Senin, 21 April 2008..
Di sebuah resto di kawasan Dago Pakar..
Kami, empat orang yang merayakan ulang tahunnya dalam bulan Maret dan April, yaitu saya, Irvan, Didit, dan Arsandi, berbagi kebahagiaan dengan rekan-rekan kami sesama Teknik Komputer 2004 ITB..
Sambil makan bersama..
Bermain bersama..
Bercanda bersama..
Berfoto bersama..
Beraksi bersama..
And, at last, it’s all about our solid brotherhood..
Pengenalan MATLAB
Maret 15, 2008
Semester ini saya dipercaya menjadi salah satu asisten praktikum PSD (Pengolahan Sinyal Digital).. Topik modul pertama dalam praktikum ini adalah pengenalan MATLAB.. Dan ternyata yang butuh lebih mengenal MATLAB tidak hanya praktikan, tetapi juga saya, tidak sebagai asisten tetapi sebagai mahasiswa yang mengerjakan tugas akhir..
Tugas akhir saya memang sangat berkaitan dengan pengolahan sinyal digital dan perangkat lunak yang saya gunakan sampai saat ini adalah MATLAB.. (Saya sebenarnya sudah berusaha mencari dan mencoba alternatif perangkat lunak lain yang legal, seperti Scilab dan Octave, tetapi untuk porting source MATLAB yang ada cukup susah..) Ketika menjadi asisten modul pertama, dalam hati saya berharap tugas akhir saya juga sama mudahnya.. Tetapi ternyata tidak..
Sudah beberapa hari ini saya memodifikasi source MATLAB yang diberikan dosen.. Sangat memusingkan, karena kurangnya komentar-komentar yang disertakan dalam source code-nya.. Semalam saya scripting program untuk melakukan otomasi dari rangkaian proses yang saya butuhkan.. Setelah selesai, saya langsung menjalankannya dan saya tidur (prosesnya cukup lama jadi saya tinggal tidur, lagipula saya sudah sangat mengantuk :P)..
Pagi-pagi saya bangun, prosesnya masih berjalan.. Dengan mata yang masih berat saya mengecek bagian debugging yang sengaja saya buat.. Dan mata saya langsung melek ketika tahu, proses mengalami infinite loop di nilai variabel 1.. Setelah cek sana-sini, ternyata saya salah dalam penggunaan syntax for dan while.. Saya jadi ingat bahwa sebelumnya saya tidak melihat help untuk mengetahui aturan penggunaan syntax tersebut..
Pelajaran hari ini:
- Saya belum terlalu mengenal MATLAB, dibuktikan dengan aturan penggunaan syntax yang tidak saya ketahui
- Read The F*cking Manual (RTFM)
Slackware 12.0 + KDE 4.0 3.5
Maret 5, 2008
Kemaren abis install Slackware 12.0 di laptop kesayangan.. Gak seperti yang saya bayangkan sebelumnya, ternyata proses instalasi distro versi ini cukup mudah dan cepat.. Padahal sebelumnya yang ada di kepala saya, proses instalasi bakal berjalan alot karena distro ini terkenal sebagai Linux-nya geek.. Bahkan sebelum saya memulai proses instalasi, saya ngeprint beberapa halaman tutorial instalasinya.. Tapi, setelah mulai dan mengalami sendiri proses instalasinya, hasil saya ngeprint tidak saya sentuh sama sekali..
Dalam proses instalasi, saya juga menginstall desktop environment, yaitu KDE 3.5 dan XFCE. Meskipun demikian, setelah proses instalasi dan konfigurasi selesai, saya ingin dan tertantang menginstall KDE 4.0 yang notabene baru beberapa waktu dirilis.. Saya kemudian mencari beberapa sumber informasi, terutama tutorial instalasinya.. Setelah itu, saya mulai download paket-paket yang dibutuhkan.. Tetapi, saya terbentur ketika akan mendownload paket kdesupport karena proses download harus dilakukan dengan svn (subversion).. Entah kenapa, ketika saya melakukan svn siang hari ini selalu mengalami kegagalan.. Saya curiga aksesnya diblok oleh Penjaga Cumi, tetapi ketika saya bertanya pada salah seorang Penjaga Cumi, port untuk svn tidak diblok.. Oleh karena itu, saya tidak berhasil mendapatkan paket tersebut, padahal paket tersebut adalah 1 dari 4 paket utama KDE, selain kdelibs, kdepimlibs, dan kdebase.. So, KDE 4.0 gagal diinstall dan saya sekarang masih menggunakan KDE 3.5 di Slackware 12.0 saya..











